Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» E36 udara panas mesin masuk ke kaki supir
Sun 14 Oct 2018 - 17:02 by Kotakaneh

» INDONESIAN BIMMERFEST 2018
Sat 13 Oct 2018 - 11:55 by p4ri

» Wiring AC 318i e30 m40
Fri 12 Oct 2018 - 14:56 by gito

» Part e36 m40
Tue 11 Sep 2018 - 16:29 by p4ri

» indikator abs nyala dan mati sendiri
Tue 4 Sep 2018 - 13:30 by p4ri

» Sensor ABS E46 nyala terus
Tue 21 Aug 2018 - 20:01 by tyoe46bpn

» ac E46 tidak dingin saat hujan saja
Mon 20 Aug 2018 - 22:01 by tyoe46bpn

» Ajang Perkenalan
Fri 3 Aug 2018 - 9:14 by p4ri

» BMW E93 LCI bagian untuk dijual ( 07188)
Tue 10 Jul 2018 - 13:16 by propelautosg

Gallery


Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of BMW Lovers of Indonesia on your social bookmarking website

530i matic ngebul

Sat 11 Jun 2016 - 21:53 by gunturaguste

permisi suhu, ane bener2 baru nih .... mau angkat 530i. matic. cuma mesin agak goyang (ngebul dikit). apa yg harus segera dicheck? bengkel yg recomended dimana disekitar depok/jaksel? terimakasih

Comments: 0

520i E28 Mesin ndut2an saat Gas diinjek, mohon bantuan om.

Sat 23 Feb 2013 - 12:40 by Ambara

selamat siang saya newbie forum ini dan newbie biem yg habis angkat e28.
Mobil saya saat dipakai jalan kok gas nya brebet2, apalagi pas gas diinjek dalem, mobil ga ada tenaga.
Gigi 3 max jalan di 40 km/jam. kalo gas nya lebih diinjek lagi mesin langsung brebet2 gembos ga ada tenaga seperti mau mati mesinnya , jadi gas harus dikurangin.

mohon pencerahannya om-om suhu, itu permasalahan dimana? …

[ Full reading ]

Comments: 10

CARA MEMPERBAIKI MODUL AC BMW E36

Sun 6 Dec 2015 - 19:39 by dhe_dhe

Nich gan barangkali ada agan - agan yang memiliki masalah dengan AC, Dan yang rusaknya Modul ACnya, bisa kebayangkan harga buat belinya. Mendingan diperbaiki dulu beli baru opsi terakhir. silahkan dibaca
http://bmwindramayu.blogspot.co.id/2015/12/cara-memperbaiki-modul-ac-bmw-e36.html
Mudah mudahan bisa membantu, Saya sudah coba dimobil saya berhasil.

Comments: 1

bmw_520i_e34_1991

Tue 7 Oct 2014 - 21:41 by johan82

salam kenal.....

mohon penceerahan....mobil saya ada netes di bawah jok depan sebelah kiri...di cek bau bensin....tapi ketika mobil mati yg netes ilang...kira2 apa ya....
makasih.....

Comments: 6

Mesin tidak mau hidup

Sat 13 Apr 2013 - 12:11 by kalung

Salam kenal agan2 bmw lovers..
Mau tanya nih masalah bmw 320i..
Kronologinya tuh mobil ga mau hidup, distater tapi ga mau nyangkut mesinnya..
Dulu pernah begini, malemnya abis dipake jalan paginya ga bisa hidup..abis itu dicek masalah kelistrikan (ke busi) & bensin (ke mesin) sama om ane yg ngerti mobil & hasilnya ok..ternyata pas ganti busi mesinnya hidup lagi..
Nah kemaren terjadi lagi …

[ Full reading ]

Comments: 4

Mohon Bantuan

Sat 1 Nov 2014 - 0:32 by saptsbecks

Perkenalkan saya sappit anggota baru d forum ini
saya mohon bantuan dan pencerahan, saya lagi cari lampu belakang untuk BMW 318i E36 M40 thun 1990
mohon bantuan dari rekan2 sekalian
terima kasih.

Comments: 1

AC bmw e36 bermasalah kadang nyala kadang mati

Wed 7 Oct 2015 - 23:40 by dhe_dhe

Mohon pencearahannya.
Ada masalah di ac mobil ane gan, Ac kadang nyala kadang mati. Kondisinya adalah ?

1. Jika pertama kali mesin menyala kemudian rpm dianggka 900, maka dipastika ac tidak nyala, namun blower nyala, indikatornya pada mati ? tapi kalau rpm lamsam di 700an ac pasti nyala.
2. setelah dibawa jalan cukup jauh diputer lagi acnya baru nyala, kadang dibiarkan on nanti nyala sendiri.
3. …

[ Full reading ]

Comments: 3

Bengkel / mekanik BMW 518i

Tue 17 Dec 2013 - 22:32 by badarkalimata@gmail.com

Bro mau nanya nih klo wilayah makassar mekanik/bengkel BMW ada nggak ?

Comments: 1

unit kontrol elektrik bermasalah

Thu 23 May 2013 - 15:41 by widuri

salam kenal agan2 semua
saya minta solusi pada permasalahan ini


mobil bmw 750i tidak mau ada pengapian sama sekali knapa ya ?
ini terjadi setelah dinamo starternya patah, setelah dinamo starter di las dan dipasang lagi bisa di stater, tapi mesin tidak mau hidup sampai sekarang kurang lebih 2 minggu

mungkin disini ada yang punya solusinya bisa menghubungi ke nomor 081936940904

terimakasih..


[ Full reading ]

Comments: 1


Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Go down

Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sugis on Mon 9 Apr 2012 - 15:58

Kalau benar pemerintah akan memberlakukan kebijakan bhw mobil pribadi dg kapasitas mesin 1500cc ke atas wajib menggunakan pertamax,....tak pelak para biems pemilik boil jadul macam BMW E30 M40 ikut menanggung mahalnya harga pertamax di SPBU....gmn pendapat agan-agan...? Question
avatar
Sugis

Jumlah posting : 41
Reputation : 3
Join date : 31.03.12
Lokasi : Banjarmasin

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sigit Ario on Mon 9 Apr 2012 - 16:24

dari mana ngitungnya klo diatas 1500cc harus pake pertamax....yang ada Kompresi mesin diatas 9.0:1 harus pake oktan 89 keatas tanpa timbal....so sesuain dengan kompresi mesin juragan2...M40 masih halal kok pake premium yang oktanya 88....

Sigit Ario

Jumlah posting : 1509
Reputation : 77
Join date : 14.06.10
Lokasi : Semarang

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  a6ung on Mon 9 Apr 2012 - 17:07

wah, kalau benar seperti itu, ganti emblem yang nempel di bagasi jadi 314i ah.. haha
nanti pas mau ngisi bilang "ini 1400 cc kok, edisi terbatas" Very Happy
avatar
a6ung

Jumlah posting : 126
Reputation : 5
Join date : 12.06.11
Lokasi : Bandung

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sugis on Mon 9 Apr 2012 - 17:20

Suhu Sigit and a6ung[i]>>>>ini beritanya :
Mobil 1.500 CC Wajib Pertamax
Dibawah 1.500 CC Wajib Bensin Campur
Radar Banjarmasin Online - Utama
Tanggal 9 April 2012

JAKARTA - Pemerintah sepertinya masih belum bisa berfikir tenang soal BBM. Berbagai gagasan terus dimunculkan untuk membatasi subsidi BBM. Upaya melarang mobil pribadi agar tidak membeli BBM subsidi pun makin kencang disuarakan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengatakan, secara pribadi, dirinya ingin agar konsumsi BBM subsidi dikontrol secara ketat. "Karena itu, perlu ada aturan bahwa mobil di atas 1.500 cc wajib menggunakan Pertamax," ujarnya melalui email kepada wartawan kemarin (8/4).
Tak hanya itu, sejalan dengan konsep pembatasan yang sebelumnya sempat digodog pemerintah, Widjajono juga menyampaikan bahwa seharusnya mobil pribadi dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc dilarang menggunakan BBM subsidi. "Jadi, harus menggunakan Premix," katanya.
Premix merupakan jenis BBM dengan angka oktan atau RON 90, jadi di atas Premium yang memiliki RON 88, tapi di bawah Pertamax yang memiliki RON 92. "Atau cara lainnya, mobil pribadi di bawah 1.500 cc harus membeli Pertamax dulu sebelum membeli Premium dalam jumlah yang sama di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum)," ucapnya.
Artinya, jika pemilik mobil pribadi ingin membeli Premium sebanyak 10 liter, maka dia harus terlebih dahulu membeli Pertamax sebanyak 10 liter. Dengan demikian, BBM subsidi bisa lebih banyak disalurkan kepada masyarakat kurang mampu. "Karena itu, perlu juga dibuat aturan bahwa Premium hanya untuk angkutan umum dan sepeda motor," jelasnya.
Namun, Widjajono mengatakan, upaya pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas moda transportasi angkutan umum. Tujuannya, agar masyarakat bersedia pindah dari kendaraan pribadi pada hari-hari kerja ke kendaraan umum. "Misalnya, busway di Jakarta harus diperbanyak," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, moda transportasi lain juga harus ditingkatkan untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Misalnya, layanan kereta api di dalam kota maupun luar kota. "Baik untuk angkutan orang maupun barang," katanya.
Menurut Widjajono, sebenarnya perusahaan juga bisa ikut berperan dalam program penghematan BBM subsidi maupun upaya mengurangi kemacetan di Jakarta. Dia mencontohkan, grup usaha Medco memberikan converter kit CNG (Compressed Natural Gas) yang harga keekonomiannya Rp 4.100 per liter setara Premium, yang jika disubsidi maka harganya menjadi Rp 3.100. "Converter kit itu diberikan kepada staf-stafnya," ujarnya.
"Adapun untuk karyawan yang tidak menggunakan mobil ke kantor, maka perusahaan milik Arifin Panigoro tersebut memberikan layanan bus atau kendaraan kantor berbahan bakar gas (BBG) untuk fasilitas antar jemput. "Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet," katanya.
Widjajono mengatakan, penggunaan BBG di Indonesia memang harus segera digenjot. Sebab, selain bisa mengurangi beban subsidi BBM, BBG juga lebih ramah lingkungan karena emisinya rendah.
"Widjajono menceritakan, Kamis lalu (5/4), dia bersama Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengunjungi stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Surabaya. "Dari situ, kami melihat bahwa SPBU dapat digunakan untuk Daughter Station BBG dengan mengizinkannya menjual BBG. Untuk itu hanya dibutuhkan lahan 3 x 6 meter buat menaruh trailer dan dispenser," jelasnya.
Menurut dia, meskipun pemerintah memberikan subsidi Rp 1.000 per setara liter Premium, namun itu masih jauh lebih ringan dibandingkan subsidi yang harus diberikan untuk BBM jenis Premium yang mencapai Rp 5.000 per liter. "Mohon diingat bahwa pengalihan minyak tanah ke LPG dimasa lalu menghemat lebih dari Rp 50 triliun per tahun. Saat ini tidak ada yang mau menggunakan minyak tanah untuk memasak apabila ada LPG," ujarnya.
Widjajono mengatakan, terlepas dari polemik penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM subsidi, dia berharap agar semua pihak bisa melihat realitas dengan jernih. Misalnya, ketika harga BBM subsidi sebesar Rp 6.000 per liter, sudah banyak masyarakat yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Namun, begitu harga BBM diturunkan lagi menjadi Rp 4.500 per liter, maka banyak masyarakat yang kembali naik kendaraan pribadi. "Orang tidak menghemat energi, tetapi menghemat uang," katanya.
Menurut dia, kalau seseorang menyikapi kenaikan harga BBM dengan arif maka pengeluarannya justru berkurang karena di hari-hari kerja menggunakan transportasi umum dan hanya menggunakan mobil pribadi di akhir pekan atau untuk silaturahmi. "Saya katakan, pengguna transportasi umum adalah Patriot karena menghemat uang negara, menghemat energi, dan ikut berperan mengurangi polusi," ucapnya. (owi/nw)
avatar
Sugis

Jumlah posting : 41
Reputation : 3
Join date : 31.03.12
Lokasi : Banjarmasin

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sugis on Mon 9 Apr 2012 - 17:29

a6ung wrote:wah, kalau benar seperti itu, ganti emblem yang nempel di bagasi jadi 314i ah.. haha
nanti pas mau ngisi bilang "ini 1400 cc kok, edisi terbatas" Very Happy

Rolling Eyes hahahahahahaaaaaa...... Laughing Laughing Laughing
avatar
Sugis

Jumlah posting : 41
Reputation : 3
Join date : 31.03.12
Lokasi : Banjarmasin

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  p4ri on Mon 9 Apr 2012 - 18:36

lol! lol! lol!

Pembuat kebijakan apa tidak ada yang pernah kuliah di jurusan Teknik Mesin sebuah perguruan tinggi, ya? Masa iya nyuruh kendaraan tuwir berperbandingan kompresi rendah pakai Pertamax?

http://en.wikipedia.org/wiki/Compression_ratio

avatar
p4ri

Jumlah posting : 2950
Reputation : 112
Join date : 11.12.08
Lokasi : Surakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sigit Ario on Tue 10 Apr 2012 - 13:34

Thats my Point... Very Happy

Sigit Ario

Jumlah posting : 1509
Reputation : 77
Join date : 14.06.10
Lokasi : Semarang

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  kumin on Tue 10 Apr 2012 - 14:34

Sigit Ario wrote:dari mana ngitungnya klo diatas 1500cc harus pake pertamax....yang ada Kompresi mesin diatas 9.0:1 harus pake oktan 89 keatas tanpa timbal....so sesuain dengan kompresi mesin juragan2...M40 masih halal kok pake premium yang oktanya 88....

setuju bro sigit,,,baru aja beres debat ma orang kantor nih,,,masalah bensin,,,hehe,,,

dia pikir bmw dan cc besar harus pertamax...akhrnya sya jelasin kompresi lah yg menentukan premium atau pertamax....hehe

kumin

Jumlah posting : 142
Reputation : 0
Join date : 14.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ngawur, Jika Pembatasan Premium dari Aspek Kapasitas Mesin

Post  Sugis on Wed 11 Apr 2012 - 19:33

Aturan pembatasan BBM bersubsidi dengan cara melakukan pengendalian kapasitas mesin ini kemungkinan keluar pada April 2012 dan berlaku efektif pada Mei 2012.
[i][b]

http://oto.detik.com/read/2012/04/11/190226/1890284/1207/ngawur-jika-pembatasan-premium-dari-aspek-kapasitas-mesin?hlutama
avatar
Sugis

Jumlah posting : 41
Reputation : 3
Join date : 31.03.12
Lokasi : Banjarmasin

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  C1en on Tue 18 Jun 2013 - 10:51

Sigit Ario wrote:dari mana ngitungnya klo diatas 1500cc harus pake pertamax....yang ada Kompresi mesin diatas 9.0:1 harus pake oktan 89 keatas tanpa timbal....so sesuain dengan kompresi mesin juragan2...M40 masih halal kok pake premium yang oktanya 88....
kompresi 9.0:1 itu maksudnya apa sih om? Trus cara cari taunya dr mana itu, heee, maklum anak baru kmren g tau apa2 baru bisa make doang ...EmbarassedEmbarassedEmbarassedEmbarassedSmile
avatar
C1en

Jumlah posting : 67
Reputation : 0
Join date : 05.01.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mobil pribadi 1500 cc ke atas harus menenggak Pertamax...???

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik